Serba-Serbi

Menjaga Kualitas Batere Notebook | 15 April 2009

Jika dipikir, batere memegang peranan penting dalam hidup dan kerja kita. Bagaimana tidak, batere digunakan pada ponsel dan notebook; dua perangkat penting pada kehidupan jama sekarang. Sayangnya, pengetahuan tentang batere cenderung minim. Banyak orang yang tidak tahu bagaimana merawat batere agar awet dan tidak cepat “tekor”. Berikut adalah sedikit fakta tentang batere notebook dan cara yang benar memperlakukannya.

images1

Isi Ulang

Jika ditilik dari sejarahnya, ada beberapa jenis batere yang digunakan di notebook. Generasi pertama adalah Ni-Cad (Nickel Cadmium Battery), lalu disusul dengan Ni-MH (Nickel Metal Hydride). Namun saat ini, semua notebook (dan juga ponsel) menggunakan batere jenis Li-on (Lithium Ion). Ini tidak lepas dari kelebihan Li-on, mulai dari dayanya yang besar, ringan, dan lebih pintar.

Jika bicara tentang Li-on, faktor yang mempengaruhi kualitasnya adalah cara melakukan isi ulang. Sebenarnya, sebuah batere Li-on bisa diisi ulang sebanyak 300-500 kali. Namun hindari mengisi batere ketika dayanya benar-benar habis, karena ini akan membuat ketegangan kimia di dalam batere yang ujung-ujungnya membuat kualitas batere menurun. Cara yang lebih tepat adalah isi batere ketika masih ada daya tersisa. Lebih baik mengisi berkali-kali dibanding mengisi ketika daya batere benar-benar habis.

Ada juga masalah pada batere yang biasa disebut memory effect. Batere ponsel atau notebook yang diisi sebelum dayanya habis diyakini akan mengalami memory effect. Maksudnya, batere tersebut hanya akan ‘mengingat’ kapasitasnya sebesar kapasitas pengisian terakhir. Jadi ketika batere diisi ketika dayanya masih 20%, selanjutnya ia hanya akan menghabiskan 80% dari daya totalnya; 20% sisanya dianggap tidak bisa digunakan.

Sebenarnya, memory effect hanya terjadi pada batere tipe nickel-cadmium itu (itu pun bisa diatasi dengan perlakuan khusus). Pada batere Li-on, fenomena itu tidak terjadi. Sebenarnya sih terjadi, namun karena alasan yang berbeda sehingga disebut ‘digital memory’.

Ini alasannya. Ketika kita mengisi ulang batere Li-on berulang kali, batere tidak berkesempatan melakukan kalibrasi terhadap kapasitas daya yang tersisa dibandingkan dengan kapasitas totalnya. Ini seringkali membuat batere salah deteksi; dibilang daya tersisa masih 50%, namun dipakai sebentar sudah habis. Namun fenomena ini bisa diatasi dengan mudah. Cukup lakukan recharge dan discharge total setiap 30 pengisian, efek digital memory akan hilang dan batere pun kembali melaporkan kapasitas daya dengan akurat.

Jadi panduan singkatnya, langsung charge ketika batere sudah mendekati habis, lalu lakukan proses kalibrasi setiap 30 siklus dengan cara menghabiskan seluruh dayanya.

Musuh Utama: Panas!

Selain proses pengisian, faktor yang mengurangi kualitas batere adalah panas. Karena itu, hindari menyimpan notebook atau ponsel anda dalam keadaan panas, seperti di dalam mobil yang sedang parkir. Kebiasaan jelek lainnya adalah banyak orang langsung memasukkan notebook ke dalam tas atau sarung penyimpan meski notebook masih dalam keadaan panas. Lebih baik biarkan notebook itu dingin dulu, baru dimasukkan ke tas sehingga panas tidak terjebak di dalamnya.

Juga, hindari menggunakan notebook di atas tempat tidur atau tempat yang tidak rata. Pasalnya, kasur akan melengkung ketika ditimpa notebook, dan lengkungan itu akan menutupi sirkulasi udara notebook. Karena tidak bisa keluar, panas pun akan terjebak di dalam notebook dan berakibat buruk ke komponen di dalamnya, termasuk batere.

Proses isi ulang sebenarnya juga menimbulkan panas. Jadi jika batere sudah penuh namun notebook sedang digunakan dan tercolok ke jala-jala listrik, lebih baik sebenarnya baterenya dicopot. Namun perlu dicatat kalau batere juga berfungsi sebagai UPS (Uninteruptible Power Supply) yang akan menjaga notebook dari listrik yang tidak stabil atau mati tiba-tiba. Jika batere dicopot, anda kehilangan fungsi tersebut. Jadi jika terpikir akan mencabut batere demi keawetan batere, ada baiknya gunakan stabilizer atau UPS untuk melindungi notebook anda.

Bagaiman jika notebook dalam keadaan mati, apakah juga langsung dicopot ketika batere telah penuh? Tergantung. Pada notebook lama, sebaiknya copot adaptor dari jala-jala listrik begitu batere sudah terisi penuh. Disebut notebook ‘lama’ karena adaptor di generasi notebook yang lebih baru dilengkapi saklar khusus yang akan mematikan arus ketika batere terisi penuh. Jika anda ingin tahu apakah adaptor notebook anda dilengkapi saklar pemutus arus, coba pegang adaptor tersebut pada posisi batere sudah terisi penuh. Jika terasa panas, berarti adaptor tersebut tidak dilengkapi saklar pemutus arus sehingga masih ada arus yang mengalir. Pada kasus seperti ini, langsung cabut adator ketika batere terisi penuh. Sebaliknya, jika terasa dingin, berarti adaptor tersebut dilengkapi saklar sehingga anda tidak harus khawatir meski meninggalkannya tertancap ke sumber listrik semalaman.

Jika anda berniat menyimpan batere dalam waktu lama, sebaiknya simpan di dalam kulkas. Sebenarnya, Li-on bisa membeku dan rusak pada suhu -20O, namun tenang saja, tidak ada kulkas rumahan yang sedingin itu. Yang perlu dicatat, jangan pernah menyimpan batere dalam keadaan kosong dalam jangka waktu yang lama. Batere tetap butuh daya untuk tetap mengaktifkan sirkuit proteksi selama tidak digunakan. Sebaiknya isi batere sekitar 40% dari kapasitas totalnya.

Namun sesuai karakteristiknya, batere Li-on tetap akan rusak seiring waktu. Jika dirata-rata, batere Li-on akan bertahan sekitar 2-3 tahun; dan durasi ini juga berlaku pada batere yang tidak digunakan. Pasalnya, meski tidak digunakan, di dalam batere terjadi proses oksidasi yang menyebabkan bertambahnya resistansi internal di dalam batere. Karena alasan inilah sebenarnya anda percuma membeli batere cadangan jika tujuannya agar bisa dipakai suatu waktu. Kalaupun memiliki batere cadangan, sebaiknya digunakan bergantian. Namun sekali lagi, keduanya tetap akan rusak dalam tempo 2-3 tahun.


Ditulis dalam Komputer

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

    Kalender

    April 2009
    S S R K J S M
    « Mar    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

    Berbagi Itu Baik

    Di dalam Blog ini, saya paparkan segala informasi yang kuketahui dan yang kudapatkan. Memang hanyalah Blog sederhana, namun akan sangat berarti bagi beberapa orang. Kirimkanlah komentar, saran dan kritik anda, sehingga Blog saya akan menjadi lebih baik lagi ke depannya... Terima Kasih....

    Klik tertinggi

    • Tak ada

    Statistik Blog

    • 13,284 hits
%d blogger menyukai ini: